=== Selamat datang di BLOG SAHLA, Blog ini bukanlah yang terbaik dan terlengkap, tapi Blog ini berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada seluruh pengunjung dan terimakasih atas kunjungannya ===

Selasa, 06 September 2011

SYECH ILYAS RAH.A DIUNDANG DALAM SUATU ACARA PERKAWINAN



KISAH

Suatu hari Syech Ilyas rah.a diundang pada suatu acara perkawinan anak sahabatnya, sahabatnya itu termasuk orang yang tajir/kaya dan punya jabatan.
Ketika Syech Ilyas rah.a sampai di acara tersebut, beliau terdiam. Karena acara dimeriahkan oleh music dan tari-tarian ala india.
Syech Ilyas rah.a merasa sangat sedih melihat perkawinan seorang Islam dengan cara orang kafir.
Syech Ilyas rah.a duduk dan mendekati sahabatnya (tuan rumah) dan bertanya…
Apakah ini pesta perkawinan anak kamu…?
Tuan rumah menjawab: Ya…!”
Syech Ilyas katakan: “Apakah dalam acara ini kamu mengundang semua orang…?”
Tuan rumah menjawab: Ya…!”
Syech Ilyas katakan: “Apakah pejabat-pejabat di Negeri ini kamu undang…?”
Tuan rumah menjawab: Ya…!”
Syech Ilyas katakan: “Apakah seluruh keluarga dan kerabat kamu undang…?”
Tuan rumah menjawab lagi: Ya…!”
Syech Ilyas katakan: “Apakah tetangga dekat dan jauh semua kamu undang…?”
Tuan rumah katakan: Ya…!”
Syech Ilyas bertanya lagi: Apakah seluruh pembantu atau pekerja-pekerja kamu undang…?”
Tuan rumah menjawab: Ya…!
Syech Ilyas katakan: Apakah pelayan-pelayan di rumah ini, tukang kebun, tukang cuci, tukang WC kamu, sudah kamu undang semua…?”
Dan tuan rumah pun menjawab: Ya…!
Syech Ilyas rah.a terdiam sedih, maka beliau katakan: “Wahai saudaraku…!” semua orang telah kamu undang dalam pesta perkawinan anakmu ini. Kamu undang para pejabat, kerabat, tetangga, bahkan pekerja sampai tukang WC kamu, tetapi apakah kamu juga telah mengundang Allah SWT di dalam pesta perkawinan anak kamu ini…?”
Orang itu (tuan rumah) terdiam dan menyadari bahwa Allah SWT tidak hadir dalam pesta perkawinan anaknya karena tidak memakai cara Nabi SAW, melainkan cara pesta orang-orang kafir dengan pesta music dan tarian-tarian wanita yang buka aurat.

3 komentar:

  1. Astaghfirullah... nampaknya hal tersebut sdh mnjadi tradisi dilingkungan kta.
    mdah-mdahan kt smua dpt slalu mngamalkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad saw sesuai yg diperintahkan Allah Swt.

    BalasHapus
  2. Dicqin:
    Amiiiiin....Amiiiiin.........Amiiiiin........
    Zaman sekarang memang sudah bnyak kita lihat, bahkan mungkin kita pernah terlibat dan merasakan secara langsung tradisi yg sudah jelas2 bukanlah berasal dari Rasulullah SAW, padahal kita sering mengaku bahwa kita adalah umat Nabi. Mudah2an dengan membaca sedikit kisah dari Syech Ilyas rah.a di atas kita semua bisa menyaring tradisi2 yg memang bukanlah ala Rasulullah...

    BalasHapus
  3. setubuh.....eits, setuju maksudnyaa.....

    BalasHapus