TAMSIL
Seekor harimau telah lahir ditengah-tengah sekumpulan kambing. Dia dipelihara oleh induk kambing dan bermain-main dengan anak-anak kambing.
Menjelang dewasa ia merasa minder dengan tanduk yang tumbuh dikepala anak-anak kambing sedangkan dirinya tidak bertanduk. Ia menyangka kalau tak ada tanduk tidak akan menang jika berkelahi dengan yang ada tanduknya. Keyakinannya bahwa tanduk yang besar akan kalahkan tanduk yang kecil. Anak harimau menjadi rendah diri dan takut kepada kambing.
Tiba-tiba ketika ia berjalan seorang diri dan berjumpa dengan sekawanan harimau, maka seekor harimau telah katakana kepadanya bahwa kamu adalah harimau, tapi anak harimau tadi katakan:
saya adalah kambing…!
Ia pun tidak percaya akan dirinya sendiri…
Harimau lain katakana: kamu adalah harimau…!
Kekuatan kamu bukan pada tanduk, kekuatan kamu ada dicengkraman kuku kamu dan gigi taringmu, serta suara auman kamu...
Maka untuk meyakinkan anak harimau itu dibawa ketepi kolam dan disuruh untuk melihat wajahnya,,,
Dikatakan kepadanya:
Lihatlah wajahmu…! Bukankah mirip dengan kami…?
Barulah anak harimau itu sadar, kemudian ia dibawa menuju kerombongan harimau lain dan diajarkan bagaimana menggunakan kuku, taring, suara dan sebagainya… selama tiga hari.
Lepas tiga hari maka ia dikembalikan kekawanan kambing, ketika ia berada ditengah mereka, maka anak harimau itu mengaum dan larilah semua kambing karna mendengar suara itu.
Begitulah umat Islam saat ini, telah lama berada ditengah-tengah kebesaran dunia orang kafir, yang memiliki kerajaan dan kekayaan dan merasa minder karena apa yang ada pada orang kafir tidak ada pada dirinya. Mereka terhina, dicaci dipukuli, diperangi tapi tidak bias buat apa-apa karena keyakinannya kepada yang tampak.
Mereka meyakini kerajaan yang besar akan kalahkan yang kecil, tentara yang lengkap persenjataan akan kalahkan yang tidak memiliki senjata, orang yang banyak hartanya akan kalahkan orang miskin dan seterusnya.
Barulah ketika Da’i-da’i Allah datang,,, beritahu mereka bahwa kekuatan kamu bukan dalam asbab keduniaan, kekayaan, kerajaan dan sebagainya... Tetapi kekuatan kamu yang sebenarnya adalah dalam yakin yang benar terhadap LAILAHA ILLALLAH dan amal sholeh yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar